Bisnis

Teknologi

Olahraga

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan

Dakwah Arsyad Thalib Lubis di Porsea, Pejuang Hizbullah yang Pernah Jadi Politisi Masyumi

Januari 27, 2019
Sumber
PORSEA ONLINE -- Selain berdakwah, ulama dahulu juga berjuang untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Hal itu juga dilakukan pendiri Al Jam'iyatul Washliyah Muhammad Arsyad Thalib Lubis.

Muhammad Arsyad Thalib Lubis adalah seorang ulama kelahiran Stabat, Langkat, Sumatera Utara, Oktober 1908. Selain dikenal sebagai ulama, dia juga dikenal sebagai penulis dan tokoh pendiri Al Jam'iyatul Washliyah atau Al Washliyah, salah satu organisasi Islam di Indonesia yang didirikan 30 November 1930.

Banyak catatan terkait kiprah Arsyad Thalib Lubis yang akrab disapa Tuan Arsyad ini. Salah satunya, saat dia ditangkap oleh penjajah pada tanggal 23 Maret 1949, lalu dipenjarakan sebagai tahanan politik di Penjara Suka Mulia Medan. Dia mendekam di tahanan sampai

Sebelum ditahan, sepak terjang Tuan Arsyad memang menjadi perhatian Belanda. Dia dianggap sebagai ulama yang berpengaruh di kalangan kaum muslim dan sangat berpengaruh bagi penjajah. Tuan Arsyad pun mengeluarkan fatwa wajib bagi setiap muslim menentang kedatangan penjajah Belanda yang berkeinginan kembali menjajah Indonesia.

Sebuah buku berjudul Penuntun Perang Sabil (1946), adalah karyanya. Tuan Arsyad juga pernah bergabung dalam perjuangan Hizbullah untuk wilayah Sumatera Timur. Akibatnya, dia ditangkap oleh polisi Sumatera Timur yang masih dikuasai oleh Belanda dan tentara NICA-nya.

Dia ditahan sejak 23 Desember 1949. Saat dalam tahanan, istrinya, Siti Jamaah binti Kamil bin Sampurna, meninggal dunia.

Tuan Arsyad adalah putra kelima dari pasangan Lebai Thalib bin H Ibrahim Lubis dan Markoyom Nasution. Ayahnya berasal dari Kampung Pastap,Kotanopan,Tapanuli Selatan, kemudian menetap di Stabat, sebagai petani yang agamis sehingga mendapat panggilan 'Lebai', panggilan kehormatan di daerahnya atas ilmu agama yang dimiliki.

Arsyad menjalani seluruh pendidikannya di Sumatera Utara. Setelah menjalani pendidikannya dalam kurun waktu 1917-1930, Arsyad memperdalam ilmu tafsir, hadits, usul fiqh dan fiqh kepada Syekh Hasan Maksum di Medan.

Berkat ketekunan dan kecerdasannya,Arsyad mendapat kepercayaan dari gurunya yakni H Mahmud Ismail Lubis untuk menyalin karangan yang akan dimuat di surat kabar. Pada usia 20 tahun, Arsyad menjadi penulis di Majalah Fajar Islam di Medan.

Buku pertamanya, Rahasia Bible, terbit pada 1934. Buku ini menjadi pegangan mubalig dan dai Al Washliyah dalam mensyiarkan Islam di Porsea, Tapanuli Utara.

Arsyad aktif mengajar pada beberapa Madrasah Al Washliyah di Aceh maupun di Medan dari tahun 1926-1957. Arsyad juga pernah mengajar di Sekolah Persiapan Perguruan Tinggi Islam Indonesia di Medan (1953-1954), menjadi Guru Besar ilmu Fiqh dan Usul Fiqh pada Universitas Islam Sumatera Utara-UISU (1954-1957), dan dosen tetap pada Universitas Al Washliyah (UNIVA) sejak berdirinya universitas itu (1958) hingga akhir hayatnya.

Sejak berdirinya organisasi Al Jam'iyatul Washliyah pada 9 Rajab 1349 H atau 30 November 1930 M, Arsyad menjadi anggota Pengurus Besar Al Washliyah sampai 1956. Meski tidak berada dalam kepengurusan lagi, Arsyad tetap aktif memberikan sumbangan pikiran dan tenaga dalam kegiatan yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Puluhan ribu orang dari Tanah Batak dan Karo, Sumut, masuk Islam berkat dakwahnya.

Arsyad juga melakukan berbagai perdebatan dengan tokoh-tokoh Kristen di Medan, seperti Pendeta Rivai Burhanuddin (Pendeta Kristen Adven), Van den Hurk (Kepala Gereja Katolik Sumatera Utara), dan Sri Hardono (Kristen Katolik). Perdebatannya itu diterbitkan dalam bentuk buku.

Arsyad pernah terlibat dalam dunia politik Indonesia dengan menjadi pengurus di Majelis Syuro Muslimin (Masyumi). Dia juga menjadi kepala Kantor Urusan Agama se-Sumatera Timur. Selain itu, bersama sejumlah ulama lainnya, Arsyad menjadi perwakilan pertama ulama Al Washliyah yang menjadi delegasi Indonesia saat berkunjung ke Uni Soviet.

Setelah perjuangan panjang bagi Islam dan bangsa Indonesia, Arsyad wafat pada Kamis, 6 Juli 1972 di rumahnya, Jalan Sei Kera, Medan. Jenazahnya dimakamkan di pekuburan dekat rumahnya di Jalan Mabar, Sei Kera, Kota Medan.  (sumber)

Ceramah #UstadAbdulSomad di Acara #IKAPDA di Pesantren Darul Arafah

November 23, 2018
Ustad Abdul Somad (alumni Pesantren Darul Arafah) bersama H. Julkifli Marbun, Bacaleg DPR RI dari PBB untuk Dapil Sumut 2 (Alumni Pesantren Al Kautsar Al Akbar) dalam sebuah kesempatan/ilustrasi/sumber
PORSEA ONLINE -- Saat Pelaksana Tugas Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars ketika mengunjung Pesantren Darul Arafah Raya di Desa Lao Bakeri Kecamatan Kutalimbaru, Kamis (12/4) malam, menyampaikan motivasi dan rasa bangganya kepada anaka-anak santri dan juga alumni-alumni santri Pesantren Darul Arafah Raya di Kecamatan Kutalimbaru.

Rasa bangga Plt Bupati dikarenakan adanya salah satu Lurah di Deliserdang yang tamatan Pesantren Darul Arafah Raya dan sekaligus sebagai Ketua IKAPDA (Ikatan Alumni Pesantren Darul Arafah).

“Saya baru tau bahwa Lurah saya ini adalah alumni Pesantren Darul Arafah Raya, karena sebagai lurah saya menggap beliau berprestasi, sehingga saya bertanya kepada saudara Edy Sahputra sebelum masuk IPDN saudara sekolah dimana," tanya Plt Bupati H Zainuddin Mars, kepada Edi Sahputra sembari menjawab “saya berasal sekolah dari pesantren Darul Arafah ini Pak”.

Pada kesempatan itu dengan sedikit canda Plt Bupati H Zainuddin Mars menyampaikan rasa takutnya kalau tidak bisa hadir pada acara Tabligh Akbar dan Pelantikan Dewan Pengurus Pusat IKAPDA.

“Saya takut pada malam hari ini kalau tidak datang, karena yang dilantik pada hari ini adalah lurah dimana tempat saya bertinggal yaitu Lurah Kelurahan Kenangan Baru Kecamatan Percut Seituan, jadi kalau saya tidak bisa hadir bisa ditegur lurah saya nanti “canda Plt Bupati H Zainuddin Mars” yang membuat ribuan santri galak tawa tak terkecuali Alustad Abdul Somad yang juga Alumni pondok Pesantren ini dan Pendiri Pondok Pesantren Darul Arafah Raya H Amrullah Naga Lubis yang hadir pada acara tersebut.


Zainuddin Mars juga mengatakan bahwa Ponpes merupakan pendidikan yang lengkap selain mendapat ilmu pendidikan umum juga memperoleh ilmu agama.

“Pondok pesantren itu lembaga pendidikan yang komplit, dan pondok pesantren mampu mencetak seseorang yang berkarakter dan berakhlakul karimah” ungkapnya.

Karenanya pada malam ini saya mengucapkan selamat kepada pengurus IKAPDA (Ikatan Alumni Pesantren Darul Arafah) priode 2018 - 2023 yang baru dilantik, semoga dibawah kepemimpinan saudara Edi Syahputra IKAPDA ini bisa besar. (sumber)

Adv

Adv

Kisah Pecatur Batak Memakai Sorban

April 13, 2018
pecatur Batak yang menggunakan sorban
PORSEA ONLINE -- Ketangguhan pecatur Batak sudah dikenal sejak gahulu kala.

Blogger Akhir Matua Harahap menuliskan sejarah 'percaturan' di kalangan masyarakat Batak.

Begini kutipannya:

Koran De Sumatra Post, 11-02-1921 menyajikan hasil sebuah penelitian terdahulu dari Batakschakers, di mana mata terlihat tajam tetapi dengan pikiran yang jernih. Well, Sir, atau dari yang ia inginkan hanya... catur. Koran De Sumatra Post, 25-09-1923 menyajikan hasil perjalanan Dr Berlage yang meneliti tentang rumah (arsitektur) Batak.  Dalam surat terakhirnya di "Tanah Batak" tentang turnya di Hindia Belanda, Berlage menulis tentang apa yang dia lihat di negara-negara Batak dan di dataran tinggi: Satu tidak bisa membayangkan sesuatu yang lebih daripada karakteristik aristektur seperti Batakschen atau Minang-Kabauschen, namun di kampung Batak orang-orang terlihat berpakaian yang kuat, orang-orang di pendopo terlibat dalam catur, di mana para empu Batak juga berpartisipasi; dan (sementara) wanita Batak terlihat di dekat gudang melakukan menumbuk beras, atau membuat kain tenun, yang mereka lakukan dengan penguasaan yang sama. Dr Berlage juga menggambarkan sebuah titik tengah utama desa yang disebut "djamboer", suatu ‘gedung’ yang kurang lebih ada dalam setiap desa Batak, dimana setiap orang bisa berbicara, gezeischapt, merokok dan lainnya...saya melihat di djamboer ini sebagian besar permainan catur dilakukan. Satu hal lagi tampaknya menurut Dr. Berlage, bangsa Batak telah terseleksi dengan ketat akibat epidemic penyakit yang mematikan di masa lalu, tetapi hidup tidak kekurangan di alam Tanah Batak yang subur (mortality vs nutrition).

Baca selanjutnya

Perpustakaan Tobasa Diresmikan

Februari 20, 2018
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) yang membangun gedung Kantor perpustakaan dan Kearsipan Tobasa. Ia mengajak semua pihak, untuk  menggunakan gedung ini sebagai sarana untuk mencerdaskan masyarakat khususnya anak anak kita sebagai generasi muda.

Hal ini dikatakan Muhammad Syarif Bando pada acara peresmikan Kantor Perpustakaan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Selasa(7/2/), di Balige.

Menurut Muhammad Syarif Bando, fungsi gedung ini selain untuk mencerdaskan bangsa juga sangat dibutuhkan untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan pemerintahan.

“Banyak manfaat kantor ini, gunakanlah sebaik baiknya untuk memajukan masyarakat melalui pendidikan maupun lainnya, ”  katanya.

Bupati Toba Samosir Darwin Siagian menyebutkan lokasi pembangunan Kantor Perpusatakan dan Kearsipan Tobasa dipilih di daerah Soposurung,  karena lokasi ini adalah daerah sekolah. Jadi pelajar akan didorong supaya menjadi menumbuhkan minat dan gemar membaca.

“Jadi akan diprogramkan penambahan fasiltas lainnya seperti buku dan lainnya-lainya ke depan,” kata Darwin Siagian.

Turut hadir Deputi Informasi dan Pengembangan Sistim Kearsipan Imam Gunarto, KabiroHukum dan Perencanaan Dr.Joko Santoso, M.Hum,.

Sebelumnya Plt.Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tobasa, Elisber Tambunan sebelumnya dalam laporannya menyebutkan bahwa pembangunan gedung ini sebagai fasiltas kantor dinas baru yang manfaatnya banyak, terutama untuk kemajuan gemar membaca di daerah ini. Sementara buku yang tersedia saat ini sebanyak 10.067 buah.

Pada rangkaian acara ini, Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando menyematkan selempang duta baca kepada Bunda Paud/Ketua TP PKK Tobasa Ny. Brenda Ritawati Darwin Siagian, yang diterima sekretaris PKK dan wakilnya Iin Ruliah Hulman Sitorus.  Selain itu,  diserahkan juga secara simbolis buku-buku kepada dua desa dan Rutan Balige dan penyerahan satu unit Mobil Perpusatakaan Keliling kepada Pemkab Tobasa. (sumber)

Belanja Modal BUMN Tambang Naik 185 Persen

Februari 20, 2018
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan alokasi belanja modal BUMN pertambangan pada 2018 akan mencapai Rp16,79 triliun atau tumbuh hingga 185,86 persen dibandingkan anggaran 2017 yang hanya Rp5,89 triliun.

"Secara umum, rencana investasi keempat BUMN pertambangan melonjak signifikan," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Senin (29/1), seperti dikutip Antara.

Keempat BUMN pertambangan itu meliputi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Inalum (Persero).

Selanjutnya

Inalum: Pemerintah Harus Dapat 51 Persen Saham Freeport

Februari 20, 2018
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan membeli hak partisipasi (participating interest/PI) milik Rio Tinto di PT Freeport Indonesia, guna mendapatkan 51% saham yang harus didivestasikan PT Freeport Indonesia (PT FI).

Cara ini ditempuh karena hingga saat ini pemerintah masih belum mencapai kesepakatan dengan Freeport terkait kewajiban divestasi yang harus dilakukan raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero)/Inalum Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, mandat yang diberikan pemerintah kepadanya adalah untuk mengambilalih 51% saham Freeport. Mengenai hak partisipasi Rio Tinto yang dalam perjanjiannya baru dikonversi menjadi saham pada 2022, menurutnya hal tersebut tidak menjadi persoalan.

"Intinya kita diberikan mandat untuk ambil 51% sahamnya Freeport. Jadi enggak usah khawatir, yang diambil itu pasti sahamnya sebesar 51%," katanya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Mantan Bos Bank Mandiri ini menuturkan, alasan pemerintah untuk mengambil cara membeli hak partisipasi Rio Tinto karena kondisi kepemilikan Freeport pada dasarnya cukup kompleks. Sebab, kepemilikannya melibatkan beberapa pihak selain Freeport.

"Jadi kalau kita mau ambil 51% kita mesti melibatkan semua yang terkait dengan kepemilikan saham ini kan. Kalau enggak kan enggak bisa tercapai target seperti itu," imbuh dia.

Budi pun menegaskan bahwa tujuan pemerintah adalah memiliki 51% saham Freeport, maka yang harus didapatkan pemerintah adalah 51% dari pendapatan atau profit dari perusahaan tambang kelas kakap ini.

"Tujuannya kita mau ambil 51% saham dan saham itu kalau dapat 51% itu ya harus dapat 51% dari revenue-nya lah atau profit-nya seperti itu kan. Nah, itu yang sekarang sedang diselesaikan karena kompleksitas kepemilikan di dalam PT FI," jelasnya. (sumber)

PT Inalum Kunjungi Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan

Februari 20, 2015
PT Inalum (Persero) mengucurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial. Kali ini Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Jalan Pelajar Timur mendapat perhatian dari pabrik peleburan aluminium tersebut, Senin (4/8) kemarin.

Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 40 karung, minyak goreng 40 pack, gula 100 pack, susu 100 pack, biskuit 50 kaleng, sereal 50 kotak teh 50 kotak, kopi 50 kotak dan mie instan 10 kotak.

Bantuan tersebut diserahkan Direktur Utama PT Inalum, Winardi Sunoto yang diterima pimpinan Pesantren Al Kautsar H Syeikh Ali Akbar Marbun.

"Semoga apa yang diberikan PT Inalum ini bermanfaat bagi kita semua. Kami doakan PT Inalum semakin maju," kata Syeikh Ali Akbar Marbun.

Sedangkan Dirut Inalum, Winardi mengaku senang bisa turut membantu dunia pesantren. "Ini sebagai bentuk kepedulian Inalum terhadap dunia pendidikan.

Selain membantu sosial ekonomi warga di sekitar perusahaan, kita juga membantu korban bencana dan dunia pendidikan.

Saat ini Pesantren Al Kautsar, mungkin lain kali pesantren lain," terang Winardi didampingi Manajer Pemberdayaan Masyarakat, Arfan Iqbal Harahap.

Sebelumnya, PT Inalum juga membantu Pesantren Abdurahman Bin Auf di Jalan AH Nasution Ramadan lalu dengan bantuan dana pembinaan.

"Kita harap bisa terus membantu dunia pendidikan, mungkin di lain kesempatan pesantren lain giliran mendapat bantuan," kata Arfan Iqbal. (sumber)
 
Copyright © Porsea Online. Designed by OddThemes