Bisnis

Teknologi

Olahraga

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Belanja Modal BUMN Tambang Naik 185 Persen

Februari 20, 2018
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan alokasi belanja modal BUMN pertambangan pada 2018 akan mencapai Rp16,79 triliun atau tumbuh hingga 185,86 persen dibandingkan anggaran 2017 yang hanya Rp5,89 triliun.

"Secara umum, rencana investasi keempat BUMN pertambangan melonjak signifikan," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Senin (29/1), seperti dikutip Antara.

Keempat BUMN pertambangan itu meliputi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Inalum (Persero).

Selanjutnya

Inalum: Pemerintah Harus Dapat 51 Persen Saham Freeport

Februari 20, 2018
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan membeli hak partisipasi (participating interest/PI) milik Rio Tinto di PT Freeport Indonesia, guna mendapatkan 51% saham yang harus didivestasikan PT Freeport Indonesia (PT FI).

Cara ini ditempuh karena hingga saat ini pemerintah masih belum mencapai kesepakatan dengan Freeport terkait kewajiban divestasi yang harus dilakukan raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero)/Inalum Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, mandat yang diberikan pemerintah kepadanya adalah untuk mengambilalih 51% saham Freeport. Mengenai hak partisipasi Rio Tinto yang dalam perjanjiannya baru dikonversi menjadi saham pada 2022, menurutnya hal tersebut tidak menjadi persoalan.

"Intinya kita diberikan mandat untuk ambil 51% sahamnya Freeport. Jadi enggak usah khawatir, yang diambil itu pasti sahamnya sebesar 51%," katanya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Mantan Bos Bank Mandiri ini menuturkan, alasan pemerintah untuk mengambil cara membeli hak partisipasi Rio Tinto karena kondisi kepemilikan Freeport pada dasarnya cukup kompleks. Sebab, kepemilikannya melibatkan beberapa pihak selain Freeport.

"Jadi kalau kita mau ambil 51% kita mesti melibatkan semua yang terkait dengan kepemilikan saham ini kan. Kalau enggak kan enggak bisa tercapai target seperti itu," imbuh dia.

Budi pun menegaskan bahwa tujuan pemerintah adalah memiliki 51% saham Freeport, maka yang harus didapatkan pemerintah adalah 51% dari pendapatan atau profit dari perusahaan tambang kelas kakap ini.

"Tujuannya kita mau ambil 51% saham dan saham itu kalau dapat 51% itu ya harus dapat 51% dari revenue-nya lah atau profit-nya seperti itu kan. Nah, itu yang sekarang sedang diselesaikan karena kompleksitas kepemilikan di dalam PT FI," jelasnya. (sumber)

PT Inalum Kunjungi Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan

Februari 20, 2015
PT Inalum (Persero) mengucurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial. Kali ini Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Jalan Pelajar Timur mendapat perhatian dari pabrik peleburan aluminium tersebut, Senin (4/8) kemarin.

Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 40 karung, minyak goreng 40 pack, gula 100 pack, susu 100 pack, biskuit 50 kaleng, sereal 50 kotak teh 50 kotak, kopi 50 kotak dan mie instan 10 kotak.

Bantuan tersebut diserahkan Direktur Utama PT Inalum, Winardi Sunoto yang diterima pimpinan Pesantren Al Kautsar H Syeikh Ali Akbar Marbun.

"Semoga apa yang diberikan PT Inalum ini bermanfaat bagi kita semua. Kami doakan PT Inalum semakin maju," kata Syeikh Ali Akbar Marbun.

Sedangkan Dirut Inalum, Winardi mengaku senang bisa turut membantu dunia pesantren. "Ini sebagai bentuk kepedulian Inalum terhadap dunia pendidikan.

Selain membantu sosial ekonomi warga di sekitar perusahaan, kita juga membantu korban bencana dan dunia pendidikan.

Saat ini Pesantren Al Kautsar, mungkin lain kali pesantren lain," terang Winardi didampingi Manajer Pemberdayaan Masyarakat, Arfan Iqbal Harahap.

Sebelumnya, PT Inalum juga membantu Pesantren Abdurahman Bin Auf di Jalan AH Nasution Ramadan lalu dengan bantuan dana pembinaan.

"Kita harap bisa terus membantu dunia pendidikan, mungkin di lain kesempatan pesantren lain giliran mendapat bantuan," kata Arfan Iqbal. (sumber)
 
Copyright © Porsea Online. Designed by OddThemes